Mengenal Sumatera Barat Melalui Tempat Berserjarah dan Budayanya
Jumat,29 September 2023 - 09:25:33 WIBDibaca: 555 kali

Padang-Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch 3 merupakan salah satu dari program MBKM (Merdeka Belajar Mahasiswa Merdeka) oleh Kemendikbudristek. Ada satu kegiatan khusus dalam program PMM ini yaitu Modul Nusantara. Tujuan Modul Nusantara adalah agar mahasiswa dari penjuru Indonesia dapat mengenal budaya dan adat istiadat dari daerah Universitas Penerima di mana mahasiswa tinggal selama satu semester. Program Modul Nusantara merupakan diadakan setiap weekend (sabtu atau minggu). Kami diterima bertukar sebagai mahasiswa inbound di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Sehingga berkesempatan untuk belajar serta mengenal lebih dekat tentang budaya Minangkabau.
Ada 179 mahasiswa yang diterima PMM di Universitas Andalas. Dari situ dibagi lagi menjadi 7 kelompok yang berisikan sekitar 26 orang untuk berkegiatan Modul Nusantara perminggunya. Kami adalah kelompok 2 “Pucuak Rabuang” telah melaksanakan kegiatan Modul Nusantara di bulan September tanggal 3, 9, 16, dan 23 September 2023, rincian kegiatan sebagai berikut
Di minggu pertama kami melakukan kunjungan ke Masjid Raya Sumatera Barat, Kota Tua, dan Museum Adityawarman. Masjid Raya memiliki desain bangunan yang unik dengan empat sudut lancip di bagian atapnya yang menjadi ciri khas dari bangunan di Minangkabau. Di Kota Tua yang pertama kali kami kunjungi adalah Kelenteng See Hin Kiong yang merupakan kuil pertama dan juga tetua yang ada di Minang yang dibangun pada tahun 1841. Dilanjutkan ke jembatan Siti Nurbaya yang berada di atas sungai Batang Arau yang memiliki Panjang kurang lebih 156 meter. Jembatan ini menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya di Gunung Padang. Kemudian kami menuju ke Museum Adityawarman diambil dari salah satu dari seorang raja Malayapura pada abad ke-14 yaitu Adityawarman. Bangunannya bergaya minang seperti rumah gadang dan di dalamnya banyak menyimpan benda-benda bersejarah seperti benda-benda purbakala dan perhiasan-perhiasan yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau.
Museum ini menampilkan sejarah warisan perkeretaapian yang berhubungan dengan pertambangan batu bara di Kota Sawahlunto, jalur kereta dibuat sebagai sarana untuk mengangkut batu bari dari hasil tambang. Yang menjadi ikonik tempat ini adalah kereta api legendaris yang menggunakan tenaga uap, yaitu “Mak Itam”. Dari museum kami menuju ke Lubang Tambang Batu Bara Soero mencapai 22 meter dan panjang yang dapat diakses wisatawan yaitu 145 meter. Lubang Tambang Batu Bara Soero merupakan salah satu warisan dunia UNESCO. Kemudian kami ke Gudang Ransum yang dulunya merupakan dapur umum tempat pembuatan makanan untuk para pekerja tambang dan keluarganya di zaman penjajahan Belanda. Dibangun pada tahun 1918, ada sekitar 7000 orang setiap harinya yang mendapat jatah makanan dari dapur tersebut. Dapur ini dibangun dengan teknologi canggih pada masa itu agar dapat memasak dengan skala besar.
Pada kegiatan modul nusantara ketiga ini kami berkesempatan bertemu dan mendengarkan seminar dari tokoh budayawan Minangkabau yaitu Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto atau lebih akrab disapa Mak Katik. Dalam seminarnya Mak Katik memberikan kesempatan kepada kami mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka untuk berdiskusi mengenai adat istiadat di Minangkabau seperti sistem Matrilineal di Minangkabau dan falsafah orang minang “Kato Nan Ampek Jo Sumbang Anam Baleh”.
Pada hari Sabtu 23 September 2023, Kegiatan dimulai dengan diskusi dan refleksi bertujuan agar lebih memahahami dan merefleksikan kembali tentang adat istiadat dan budaya Minangkabau yang sudah kami laksanakan di minggu-minggu sebelumnya. Sekaligus meningkatkan rasa toleransi kami mahasiswa PMM yang berasal dari berbagai suku.
Setelah melaksanakan kegiatan Modul Nusantara selama satu bulan ini, senang rasanya diberi kesempatan belajar di ranah minang. Kami jadi sedikit lebih tahu tentang bahasa dan budaya orang-orang yang ada di sini. Dengan adanya program Modul Nusantara ini kami tidak hanya mendapatkan ilmu secara akademik di dalam universitas, namun juga pengalaman non-akaedemik serta lebih mengahargai keberagaman yang ada di Indonesia tercinta ini.(bilqis)
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya