Eksplorasi Wisata Budaya dan Alam di Sulawesi Selatan: Petualangan Mahasiswa ke Balla Lompoa, Malino Highland, dan Taman Nasional Bantimurung

Selasa,31 Oktober 2023 - 18:26:11 WIB
Dibaca: 658 kali

Makassar, Indonesia. Dalam semangat untuk memahami sejarah dan budaya yang kaya, mahasiswa pertukaran dari Sabang sampai Merauke berkumpul di Kota Makassar untuk menjalani pengalaman belajar yang mendalam. Mahasiswa PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2023 batch 3) telah mengunjungi beberapa tempat bersejarah paling ikonik di Makassar.

Pertukaran mahasiswa adalah salah satu cara terbaik untuk memahami dan merasakan keanekaragaman budaya di Indonesia. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan program mobilitas mahasiswa selama satu semester untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi di Indonesia sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman. Pengalaman belajar lintas universitas bagi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia

Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke Balla Lompoa Dalam kegiatan Modul Nusantara pada tanggal 8 Oktober 2023 para mahasiswa diajak dalam perjalanan menuju ke Balla Lompoa situs sejarah yang berhubungan dengan kerajaan Gowa. Sesampainya di Balla Lompoa, mahasiswa PMM dengan penuh semangat mulai menjelajahi situs ini. Mereka berjalan melintasi kompleks makam kerajaan yang dikelilingi oleh batu-batu megah dan elemen arsitektur tradisional yang begitu indah. Makam-makam ini adalah tempat peristirahatan para raja dan kerabat kerajaan Gowa yang pernah berkuasa di wilayah ini.

Mahasiswa dengan penuh hormat dan rasa ingin tahu mulai menggali lebih dalam tentang makam-makam ini. Mereka menghargai bagaimana tempat ini menjadi penanda sejarah dan bagian tak terpisahkan dari budaya Sulawesi Selatan. Pada tiap makam, terdapat ukiran dan patung-patung yang menggambarkan kehidupan dan kepemimpinan raja-raja tersebut.

Selain makam-makam yang kaya akan sejarah, mahasiswa juga terpesona oleh arsitektur megah yang mendominasi kompleks Balla Lompoa. Bangunan-bangunan tua yang ada di sana adalah bukti kejayaan arsitektur tradisional Sulawesi Selatan. Dinding-dinding berbentuk unik dan ornamen-ornamen indah menjadi saksi bisu dari kekayaan seni bangunan zaman dulu.

Kunjungan ke Balla Lompoa tidak hanya mencakup eksplorasi fisik. Para mahasiswa juga mendengarkan dengan antusias penjelasan pemandu wisata yang berpengetahuan luas tentang sejarah tempat ini. Mereka memahami peran penting Balla Lompoa dalam mengilhami banyak aspek budaya di Sulawesi Selatan. Penjelasan pemandu wisata memberikan konteks yang mendalam tentang bagaimana tempat ini berkontribusi pada perkembangan sejarah dan budaya di wilayah ini.

Kunjungan ini menggugah rasa penasaran mahasiswa dan membangkitkan semangat mereka untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya Sulawesi Selatan. Dengan hati yang dipenuhi rasa hormat, mereka meninggalkan Balla Lompoa dengan kenangan berharga dan pengalaman belajar yang tak terlupakan tentang sejarah dan budaya yang kaya di daerah tersebut.

Selanjutnya, kelompok modul nusantara pertukaran mahasiswa menuju Malino Highland untuk merasakan sejuknya udara pegunungan dan keindahan alamnya. Tempat ini dikenal karena sejuknya udara pegunungan, pemandangan alam yang memukau, dan perkebunan teh yang luas. Selama perjalanan, mereka disuguhi pemandangan hutan tropis yang lebat dan hamparan perkebunan teh yang hijau. Udara segar dan sejuk menjadi teman setia mereka sepanjang perjalanan.

 

Ketika tiba di Malino Highland, para mahasiswa langsung terpukau oleh pesona alamnya. Namun, petualangan mereka di Malino Highland tidak hanya tentang alam. Para mahasiswa juga berusaha berinteraksi dengan penduduk setempat. Mereka berbicara dengan petani teh dan warga desa, belajar tentang budaya dan kehidupan sehari-hari mereka. Inilah yang membuat perjalanan mereka semakin berkesan.

Taman Nasional Bantimurung, yang terletak di Sulawesi Selatan, adalah salah satu tujuan ekowisata yang menakjubkan di Indonesia. Modul Nusantara Pada tanggal 22 Oktober 2023, mahasiswa dari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka memutuskan untuk menjelajahi keindahan taman nasional Bantimurung, dan apa yang mereka temukan adalah pengalaman yang mengagumkan.

Ketika mereka memasuki taman nasional, para mahasiswa disambut oleh kehijauan hutan tropis yang lebat. Bunyi gemercik air dari sungai yang mengalir di antara pepohonan dan kicauan burung hutan membuat atmosfer semakin ajaib. Mereka segera menyadari bahwa mereka berada di tempat yang penuh keanekaragaman hayati. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah saat mereka berinteraksi dengan fauna eksotis yang menjadi bagian dari taman nasional ini. Burung-burung yang berwarna-warni dan kupu-kupu yang indah menjadi pesona alami yang menawan. Para mahasiswa berkesempatan untuk memotret dan mempelajari lebih lanjut tentang spesies-spesies ini.

Namun, petualangan mereka tidak berhenti di permukaan. Mereka juga memutuskan untuk menyusuri gua-gua yang menakjubkan yang tersebar di taman nasional. Gua-gua ini mengungkapkan keajaiban alam bawah tanah dengan stalaktit dan stalagmit yang unik. Ini adalah kesempatan untuk memahami lebih dalam geologi dan sejarah alam taman nasional.

Salah satu aspek penting dari kunjungan mereka adalah pemahaman tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Melalui panduan lokal dan penyuluhan dari petugas taman nasional, para mahasiswa memahami betapa rapuhnya ekosistem ini dan perlunya usaha untuk menjaganya.

Selama perjalanan ini, kelompok mahasiswa mengalami pertumbuhan pribadi yang signifikan. Mereka memahami nilai-nilai budaya lokal, belajar berkomunikasi dalam bahasa daerah, dan merasakan kehangatan masyarakat setempat. Pertukaran mahasiswa bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga pembelajaran di luar kelas yang tak ternilai.

Dalam perjalanan mereka yang mengesankan ke Balla Lompoa, Malino Highland, dan Taman Nasional Bantimurung, mahasiswa pertukaran telah memperoleh pengalaman yang tak ternilai. Mereka tidak hanya menyaksikan keajaiban alam dan warisan budaya yang kaya, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang lebih sadar akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan sejarah lokal. Pertukaran mahasiswa bukan hanya tentang pendidikan di dalam kelas, tetapi juga tentang pembelajaran di luar kelas yang mengesankan dan berharga. Kesempatan ini telah mengubah pandangan mereka tentang dunia dan mewujudkan kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan ini. Semoga pengalaman ini terus mendorong mereka untuk menjaga dan memahami kekayaan budaya serta alam Indonesia.

 


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya